Minggu, 24 Januari 2016

Mengenal Situs Trowulan Atau Lebih Di kenal Dengan Candi Tikus Mojokerto

Candi Tikus, merupakan salah satu peninggalan kerajaan majapahit yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan Mojokerto, Jawa Timur. Situs yang semula terkubur di dalam tanah dan Kemudian dilakukan penggalian yang berawal dari laporan Bupati mojokerto yang bernama R.A.A Karmojoyo Adinegoro tentang di temukannya miniatur candi. Asal mula nama candi yang di namakan dengan candi tikus adalah konon pada saat  di lakukan penggalian terdapat banyak tikus tikus yang keluar dari dalam situs candi tersebut  dan kemudian candi tersebut dinamakan menjadi candi tikus. Belum di dapatkan sumber informasi yang akurat tentang kapan dibangunnya dan fungsi candi tikus ini di bangun. Namun dengan adanya miniatur candi sedikit dapat diketahui bahwa candi tikus dibangun kira kira sejak pada masa kerajaan majapahit yang dapat dilihat berdasarkan dari analisa dari beberapa bukti fisik candi. Candi ini memiliki bentuk seperti menara yang mirip dengan bangunan bangunan bersejarah pada masa abad 13 dan abad 14, Namun masih banyak perdebatan yang terjadi mengenai kapan tahun persisnya pembangunan candi tikus ini di bangun.

Struktur Bangunan Candi

Mengenal Situs Trowulan Atau Lebih Di kenal Dengan Candi Tikus Mojokerto  
Candi Tikus
Struktur bangunan pada candi tikus hampir mirip dengan sebuah petirtaan.Akan tetapi sebagian dari pakar arkeolog mengatakan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penampungan dan penyaluran air. Pada bagian menara candi yang berbentuk meru digunakan sebagai tempat pemujaan. Bangunan petirtaan pada candi tikus  berbentuk persegi empat dengan ukuran kurang lebih antara 29,5 meter x 28,5 meter yang terbuat dari batu bata merah, dan yang menarik adalah letaknya yang lebih rendah kurang lebih sekitar 3,5 meter dari permukaan tanah sekitarnya. Pada permukaan paling atas terdapat selasar yang memiliki lebar sekitar 75 cm. Tepat menghadap ke arah anak tangga terdapat sebuah bangunan yang berbentuk persegi empat yang memiliki ukuran kurang lebih antara 7,65 meter x 7,65 meter. Dan di sekeliling kaki bangunan tersebut memiliki 17 pancuran yang berbentuk bunga teratai dan makara.

Keunikan Candi Tikus

Keunikan candi tikus  yaitu pada dua jenis batu bata dengan ukuran yang berbeda pada bagian kaki candi terdiri atas susunan bata merah yang berukuran besar dan kemudian ditutup kembali dengan susunan batu bata merah dengan ukuran yang lebih kecil. Selain itu pada bagian kaki terdapat bangunan pancuran air yang mempunyai dua jenis yaitu terbuat dari batu bata dan batu andesit, dari perbedaan saat pembangunan candi inilah yang membuat dugaan bahwa candi tikus dibangun dengan secara bertahap 

Akses

Untuk menuju kawasan candi tikus para pengunjung bisa menempuh perjalanan dari jalur kota Mojokerto yang hanya berjarakkurang lebih sekitar 13 kilometer, jalur yang akan kalian lalui adalah melewati jalan raya Mojokerto menuju jombang, setelah itu kalian akan melihat sebuah perempatan trowulan dari sini kalian belok kiri setelah itu kalian akan melihat sebuah museum bersejarah dari sini kalian berjalan lurus saja sampai bertemu dengan sebuah perempatan pertama belok kiri lagi kemudian lurus saja sampai ketemu dengan candi tikus.

Kesimpulan

Kawasan wisata candi merupakan tempat yang cocok untuk bisa mengenal sejarah masa lalu serta bisa melakukan pembelajaran dan pengenalan untuk mengetahui latar belakang peninggalan candi tersebut. Dan sayangnya kurangnya perhatian dari pemerintah untuk mengelola menjadi lebih baik seperti halnya dengan fasilitas fasilitas masih belum terdapat untuk melengkapi kawasan wisata tersebut. 

Sekian informasi menarik mengenai peninggalan situs candi tikus  semoga bermanfaat untuk kalian terima kasih.